Menu Close

10 Ideas Cara Menabung Dengan Cepat, Dijamin Ampuh!

Masuk ke dalam proses pendaftaran, Anda harus mendapatkan nomor porsi haji terlebih dahulu dengan setoran awal Rp25 juta untuk Haji Reguler, dan menunggu keberangkatan sesuai kuota tahun. Jadi, jika ingin mengambil uang itu harus menuju financial institution secara langsung. Mengingat biaya berobat yang terus mengalami kenaikan, maka sangat disarankan memiliki proteksi berupa jaminan kesehatan, baik dengan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan. Lama antrean setiap wilayah juga berbeda-beda, mulai tahun waktu menunggu untuk ongkos naik haji reguler dan 6-9 tahun untuk ONH plus.

Beberapa perusahaan asuransi tentu memiliki produk asuransi syariah yang ditujukan untuk Jamaah haji, atas musibah yang mungkin saja terjadi saat ibadah berlangsung. Namun jangan lupakan pula perlindungan mendasar yang seharusnya kita miliki terlebih dulu, apalagi kalau bukan asuransi kesehatan. Kalau mengikuti hasrat, tentunya kita ingin foya-foya dan beli semua barang yang kita inginkan. Itu sebabnya, kita harus punya batasan dan memaksakan diri untuk menabung. Misal, liburan ke Raja Ampat, lalu bayangkan diri Anda santai-santai di sana tanpa perlu berutang. Ada banyak penyebab mengapa menabung itu terasa sulit dilakukan.

Bila tantangan ini kamu lakukan bersama orang serumah, pemenangnya bisa saja dibebastugaskan untuk cuci piring, baju, atau bersih-bersih rumah. Meski selalu mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, nilai emas akan selalu naik dalam jangka panjang. Obligasi juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder ketika pemegangnya butuh uang. Jika harga obligasi itu naik di pasar sekunder, pemegang pun mendapat keuntungan berupa capital acquire. adalah instrumen investasi berupa surat utang berjangka yang diterbitkan Negara maupun perusahaan.

Meskipun jangka waktunya lebih pendek, tapi tabungan memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan investasi, asalkan kamu menyimpan tabunganmu di tempat yang aman dan terpercaya. Walau sulit, kamu harus tetap membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian uangmu. Jadi, mau kondisi keuanganmu sedikit atau banyak, kamu harus tetap menerapkan kebiasaan yang satu ini. Agar saat bekerja nanti kamu bisa mengatur keuangan dengan lebih baik dan memiliki simpanan untuk masa depan. Kamu bisa mengalokasikan 30% penghasilan untuk biaya hidup, 30% untuk kebutuhan sosial dan bersenang-senang, 10% dana darurat, dan 30% untuk ditabung. Caranya, aktifkan fitur autodebet dari rekening gaji ke rekening khusus tabungan.

Setiap hari kamu coba cek dompet, lihat uang kertas kamu dengan nominal terkecil dan tabungkan uang tersebut. Sediakan celengan dengan ukuran yang cukup besar, karena uang recehan lumayan memakan tempat. Nah, belajar dari pepatah tersebut coba kamu kumpulkan setiap uang receh yang didapat dan ditemukan dalam tas, saku, ataupun dompet setiap harinya. Jangan anggap remeh uang receh, kamu pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Atau jika kamu menemukan selembar uang Rp20.000 di dalam tas atau saku maka uang tersebut pun wajib kamu masukan kedalam celengan yang terlah dipersiapkan. Jadi, misalkan kamu berbelanja dan mendapatkan kembalian tiga lembar Rp20.000, maka semua uang Rp20.000 tersebut harus langsung kamu tabungkan.

Tabungan adalah soal membuat perhitungan, perencanaan, dan persiapan untuk masa yang akan datang. Investasi tidak selalu dalam bentuk benda atau pendapatan secara langsung. Pendidikan adalah bagian dari investasi tak ternilai untuk kehidupan anak-anak di masa akan datang.

Cara menabung

Silakan lihat kebijakan privasi terbaru kami untuk informasi lebih lanjut. Dengan melanjutkan penelusuran di situs ini, Anda memberikan persetujuan terhadap hal yang sama. Misalnya, tanggal 1 yaitu Rp 1.000, tanggal 2 sebesar Rp 2.000 dan seterusnya hingga akhir bulan. Jika sudah akhir bulan, kamu bisa mengambil uang tersebut dan simpan di tempat yang tak terlihat atau bisa diamankan di tabungan kamu.

Anggap saja ini uang lupa walau bukan berarti benar-benar melupakannya. Dengan begitu, Anda sulit tergoda untuk mengambil tabungan ini untuk keperluan yang tidak jelas. Menabung itu seperti lari maraton, garis finish-nya terlihat begitu jauh sampai-sampai terkadang Anda tergoda untuk berhenti di tengah jalan. Nah, jika Anda memang ingin menabung, cobalah untuk mencari tahu alasan apa yang biasanya membuat Anda gagal menabung, lalu cari cara supaya Anda tidak “keluar jalur”.