Menu Close

Sejumlah Saham Turun Drastis Tapi Tak Terkena Uma, Berikut Penjelasan Bei

WOWS – yang berbisnis dibidang penyewaan jasa rig kerja ulang dan perawatan sumur minyak – yang baru dua bulan itemizing, harga sahamnya mengalami koreksi, namun memiliki development story selama tiga tahun terakhir. Tidak selalu saham yang harganya turun itu jelek, justru penurunan ini bisa menjadi momentum investor untuk membeli dengan harga murah,” bebernya. Pasardana.id – Ramainya pemberitaan terkait saham ‘gorengan’ membuat bingung para investor retail yang mencari selisih keuntungan dari naik turunnya harga saham. Tidak hanya itu saja, kepanikan akan perubahan image suatu perusahaan pun dianggap menjadi faktor lainnya yang mengakibatkan harga saham menurun. Sementara, kalau banyak investor yang akhirnya memutuskan untuk menjual saham tersebut itu berarti harga saham akan mengalami penurunan. Lain halnya dengan para trader, untuk jangka pendek, harus perlu memperhatikan tentang kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, aktivitas bisnis perusahaan dan masih banyak yang lainnya.

Fundamental perusahaan yang tercermin pada laporan keuangan yang akan mengambil kendali terhadap tren harga sahamnya. Pengangguran tinggi yang diakibatkan faktor keamanan dan goncangan politik juga berpengaruh secara langsung terhadap naik turunnya harga saham. Selain itu, hubungan antara tingkat suku bunga perbankan dan pergerakan harga saham sangat jelas. Ketika suku bunga perbankan melejit, harga saham cenderung turun. Penyebab naik turun harga saham juga bisa disebabkan karena manipulasi pasar. Namun penyebab oleh faktor ini biasanya tidak akan bertahan lama.

Hal ini terjadi karena sebagian besar perusahaan memiliki utang kepada perbankan. Kebijakan pemerintah dapat memengaruhi harga saham meskipun kebijakan itu masih dalam tahap wacana dan belum terealisasi. Banyak contoh dari kebijakan pemerintah yang menimbulkan volatilitas harga saham, seperti kebijakan ekspor impor, kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan Penanaman Modal Asing , dan lain sebagainya.

Maka dari itu pengumuman kebijakan dan indikator ekonomi negara seperti suku bunga, inflasi, neraca perdagangan akan dicermati oleh investor saham. Inilah yang membuat nilai investasi semakin unstable, bahkan harga saham turun drastis. Harga saham turun drastis ini tidak lain akibat kinerja beberapa perusahaan yang menurun. Di masa lockdown banyak perusahaan menghentikan operasional, produksi bahkan memangkas sejumlah karyawan.

Mengapa harga saham menurun

Selanjutnya, harga saham pun harus lebih rendah untuk dapat mencapai imbal hasil minimal tersebut. Di samping itu, naiknya tingkat bunga kredit memungkinkan terhambatnya kegiatan ekspansi perusahaan. Akibatnya, perkiraan laba perusahaan yang lebih tinggi menjadi tidak terealisasi, dan selanjutnya harga saham pun ikut turun. Sesuai hukum permintaan penawaran, tentunya hal itu akan membuat harga saham yang dijual menjadi jatuh dan bisa mempengaruhi IHSG itu sendiri.

Grafik berikut menunjukkan perkembangan harga indeks Reksadana Saham. Indeks ini menghitung harga – harga rata semua Reksadana saham dari waktu ke waktu. Apalagi yang mengandalkan Reksadana untuk membiayai hal penting, seperti uang muka anak sekolah, uang muka rumah atau dana pensiun.